
Kampung Saporkren adalah salah satu permata tersembunyi di Raja Ampat, Papua Barat Daya. Terletak di Pulau Waigeo, kampung ini belum sepopuler destinasi-destinasi lain seperti Pianemo atau Arborek, namun justru di situlah letak daya tariknya. Keaslian alam, keramahan penduduk, dan kekayaan bawah lautnya menjadikan Saporkren sebagai destinasi ideal bagi pelancong yang mencari pengalaman autentik di Raja Ampat.
Lokasi dan Akses Menuju Saporkren
Kampung Saporkren berjarak sekitar 30 menit perjalanan darat dari Kota Waisai, ibu kota Kabupaten Raja Ampat. Dari Sorong, pengunjung harus menyeberang dengan kapal cepat ke Waisai selama 2–3 jam, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan mobil atau ojek lokal.
Meski jalurnya belum sepopuler destinasi besar lainnya, akses menuju Saporkren terus diperbaiki oleh pemerintah daerah. Jalan aspal mulus dan pemandangan hutan tropis sepanjang perjalanan menjadi bagian dari petualangan menuju kampung ini.
Keindahan Alam dan Kehidupan Bawah Laut
Hutan Lindung dan Burung Cendrawasih
Salah satu atraksi utama di sekitar Kampung Saporkren adalah kawasan hutan lindung tempat tinggal burung cendrawasih. Wisatawan yang ingin melihat “burung surga” ini bisa ikut tur pengamatan burung yang dipandu warga lokal. Biasanya, aktivitas ini dilakukan di pagi hari saat cendrawasih aktif menari dan memanggil pasangannya di atas pepohonan.
Spot Menyelam dan Snorkeling
Saporkren juga dikenal di kalangan penyelam sebagai salah satu spot diving tersembunyi dengan keanekaragaman hayati laut yang luar biasa. Terumbu karang berwarna-warni, ikan-ikan tropis, dan biota laut langka seperti nudibranch dan hiu karpet (wobbegong) bisa ditemukan di sini. Bahkan dari dermaga kampung, wisatawan sudah bisa snorkeling dan menikmati keindahan bawah laut yang masih sangat alami.
Budaya Lokal dan Penginapan
Masyarakat Saporkren dikenal ramah dan sangat menjaga kelestarian alam. Mereka menyambut wisatawan dengan senyuman hangat dan cerita-cerita lokal yang menarik. Kampung ini juga menyediakan homestay ramah lingkungan yang dikelola langsung oleh penduduk. Menginap di homestay memberi kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan kehidupan sehari-hari warga Papua dan mencicipi makanan khas seperti ikan bakar dan papeda.